Senin, 18 Mei 2009

IDE (GILA & TIDAK GILA) BIKIN SKENARIO (2)

Yah, yah, yah. Yeah!

Akhirnya kami bisa menulis lagi setelah sekian lama tergencet jadwal padat (tenang... kami bukan seleb artis, hanya orang-orang biasa yang kebetulan bermimpi jadi kaya raya dan kalau bisa, beken juga!) yang bikin otak mengalami kerusakan cukup parah. Namun, setelah diperbaiki sana-sini, kami pun bisa menulis lagi. Leganya...

Melanjutkan tema terdahulu, yakni ide-ide yang kami anggap cukup menarik (gila mau pun tidak gila) untuk menulis skenario film cerita, baik film bioskop mau pun sinetron. Nah, berikut adalah sumber-sumber ide yang segar dan mudah-mudahan tidak norak!

FORUM GOSIP
Forum gosip di internet selalu membahas gosip-gosip yang lebih 'panas', lebih 'segar' dan lebih 'gila' daripada infotainment. Umumnya, gosip-gosip tersebut dihembuskan oleh orang-orang dengan daya khayal kelewat tinggi-- kalau gosipnya menjatuhkan nama seseorang--memiliki rasa sirik yang tak ketulungan tingginya. Tapi, sebagai orang 'benar' atau setidaknya berusaha menjadi orang yang 'benar', kita jangan hanya terbatas menjadi tukang gosip berikutnya. Ambil ide-ide liar dan--barangkali--penuh dusta yang dilemparkan para tukang gosip itu, lalu susunlah menjadi cerita yang menarik dalam bentuk skenario yang profesional. Sangat gampang dan... gratis! Dijamin, sinetron stripping atau FTV dengan cerita jiplakan bakalan kalah seru dengan cerita yang kita tulis!


VIDEO KLIP
Suka video klip LETTO untuk lagu berjudul Permintaan Hati? Cerita dalam vidklip itu keren dan barangkali jarang terpikirkan oleh orang banyak. Ada juga video klip Peterpan, Menghapus Jejakmu yang idenya orisinal. Nah, kalau menulis cerita skenario berdasarkan vidklip, jangan diambil mentah-mentah alur ceritanya. Dimodifikasi juga, dong, biar tidak dituduh menjiplak. Misalnya, dalam video klip Letto-Permintaan Hati, kita bisa membayangkan, bagaimana kalau cerita dalam vidklip itu ditulis ulang dari sudut pandang seorang pembosan? Eh, salah, itu 'kan Pasha, ya? Maksudnya, bagaimana kalau ceritanya ditulis ulang dari sudut pandang cewek yang kelak ditinggal Noe (itu lho, yang mau membakar Noe hidup-hidup) yang ternyata sakit parah? Atau, kita melakukan modifiksi lain. Ceritanya, cewek dalam vidklip itu tidak berasal dari masa depan, 'hanya' seorang cewek yang kebingungan mencari Noe yang datang tiba-tiba dan pergi tiba-tiba juga. Pokoknya, ide yang sudah ada, kita oleh lagi, diutak-atik sana-sini, lalu jadilah sesuatu yang baru. Dan itu jelas BUKAN PENJIPLAKAN.

IKLAN TV
Banyak orang yang sebal dengan iklan saat break di TV. Tapi kami berpendapat bahwa sudah saatnya kata 'kreatif' menjadi nama tengah para penulis skenario film cerita juga, bukan hanya milik para penulis naskah iklan. Kalau mau berusaha sedikit, banyak iklan-iklan menarik yang dapat kita olah menjadi sebuah cerita. Misalnya nih, iklan pewangi tubuh pria yang menceritakan cewek-cewek yang meninggalkan nomor HP-nya agar ditelepon oleh cowok yang memakai pewangi tersebut. Atau, iklan sebuah operator seluler yang mengisahkan orang-orang 'dodol' yang salah pengertian akan sesuatu hal, misalnya tentang seorang istri cantik yang mengira pakaian yang di-diskon hanya yang berwarna 'item'.... Kita bisa mengembangkan cerita berdurasi singkat yang sangat mengena di hati pemirsa TV itu menjadi sebuah skenario berdurasi lebih panjang. Intinya teman, menemukan ide itu gampang!

TOKOH TAMBAHAN
Biasanya, sebuah film atau sinetron menghadirkan tokoh-tokoh pelengkap, entah diperlukan atau tidak penting-penting amat dalam sebuah cerita. Kalau sedang 'kering ide', kita bisa mengambil tokoh-tokoh pelengkap tersebut menjadi tokoh-tokoh utama dalam cerita skenario yang akan digarap. Misalnya, kalau dalam film A, tokoh Jupri hanya jadi sahabat dari tokoh utama, maka dalam cerita baru karya kita, Jupri ini kita jadikan tokoh utama. Tentu saja, kita mengubah nama (biar tidak ketahuan!) tokoh dan mengubah sedikit karakternya. Lalu bayangkan, apa yang akan terjadi jika si Jupri ini dihadapkan pada masalah yang dihadapi oleh tokoh sahabatnya dalam film A. Perbedaan karakter sebuah tokoh dengan tokoh lainnya pasti akan menghasilkan penyelesaian masalah yang berbeda. Sekali lagi, dengan begini, kita tidak bisa dituduh menjiplak, hanya menulis ulang sebuah cerita dari sudut pandang seorang tokoh dengan karakter berbeda. Kira-kira, apa yang terjadi kalau Cinderella mempunyai tabiat seburuk saudara-saudara tirinya? Bagaimana dia menghadapi penindasan oleh keluarga barunya? Apakah pangeran masih tertarik padanya? Atau, jangan-jangan, sang pangeran justru seorang yang tertindas hingga butuh bantuan Cinderella bengal? Hei, bisa jadi, kita menulis sebuah cerita baru yang lucu sekali, bukan?

Tulisan ini juga terdapat di :
Pasha
Sandeq

1 komentar:

abhi mengatakan...

suka dunia perfilman ya?
gue rada pengen sih terlibat di perfilman, cuman keliatannya ribet